Khususnya bagi kalangan pemuda-pemudi yang harus dan
senatiasa tidak sebatas mempelajari secara teoritis berbagai perkataan atau
pesan dari founding father/ pendiri bangsa Indonesia ini di masa lalu.
Indonesia era dahulu disegani oleh bangsa-bangsa di luar sana.
Kini masih pula disegani, namun ada juga beberapa hal yang
tidak disegani. Sebagai generasi muda Indonesia bisa mewujudkan hal demikian
untuk bisa tidak hanya disegani tapi di hormati sebagai bangsa yang besar
karena selalu mengingat perkataan atau pesan-pesan yang baik dari para pendiri
bangsa ini serta selalu diterapkan dalam segala kesempatan, waktu yang ada
untuk membangun Indonesia.
Kini dengan era globaslisasi makin mudahnya budaya, adat
istiadat serta berbagai hal lainnya masuk ke Indonesia dan memberi pengaruhnya
yang sangat tinggi. Padahal sejak kita lahir kita di didik dan dibentuk oleh
keluarga khususnya orang tua kita agar kita bisa menjadi pribadi yang
nasionalis, agamis serta sosial/ peduli kemasyarakatan/ kebersamaan. Kita bisa
lihat sendiri kini banyak sekali khususnya kalangan muda yang terpengaruh akan
budaya asing dengan mudahnya ikut-ikutan bahkan sudah menyerupai budaya asing
yang masuk ke Indonesia.
Padahal Indonesia dasarnya memiliki kehidupan yang saling
sopan serta santun, juga saling menghargai satu sama lain. Tidak ada yang
saling tumpang tindih dalam menjalani kehidupan yang ada saling membangun satu
sama lain.
Seperti foto yang saya tampilkan di atas, ini merupakan
peristiwa penangkapan pengemis. Yang sebenarnya tidak perlu
terjadi di dalam kehidupan bernegara. Bagaimana pun juga mereka merupakan warga
negara Indonesia yang berhak mendapatkan kehidupan yang layak sebagaimana
kehidupan yang normal kita jalani. Selain negara yang memiliki kapasitas lebih
untuk bisa menghilangkan pekerjaan yang tidak layak itu, warga negara lainnya juga
berhak untuk ikut andil mengatasi permasalahan pengemis tersebut.
Sudah jelas sekali di dalam setiap ajaran agama apapun tak
mengajarakan untuk memurahkan diri dengan menjalani pekerjaan jadi pengemis. Masih
banyak pekerjaan yang layak yang bisa dijalani yakni dengan menjadi karyawan,
buruh, pedagang atau berbagai macam pekerjaan lainnya yang bisa membuat diri
kita menjadi pribadi yang produktif dan tidak hanya bermanfaat bagi diri
sendiri namun juga bermanfaat bagi orang banyak. Serta yang tak kalah
pentingnya selain diri kita bisa bermanfaat bagi orang lain, kita juga mampu
membangun karya nyata yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.
Terlebih lagi kota Jakarta yang merupakan kota metropolitan,
kota terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan bisnis dan jarigan usaha yang
terintegrasi dengan baik satu sama lain. Ini merupakan lahan basah yang bisa
menghasilkan tak hanya uang, namun juga bisa menghasilkan pertemanan, rekan
bisnis, atau berbagai hal lainnya yang bsa mempercepat akselerasi
keinginan-keinginan kita untuk bisa jalani hidup menjadi pribadi yang
produktif serta bermanfaat bagi sesama manusia.
Permasalahan pengemis tak hanya
menjadi pusat perhatian pemerintah pusat, namun juga menjadi pusat perhatian
dunia. Dunia yang semakin hari memiliki masalah yang semakin hari semakin
kompleks yang semakin berkembang dengan pesat. Lagi-lagi solusi yang sangat
tepat untuk dapat merubah pribadi seseorang, mengubah situasi dan kondisi
kehidupan kesemuanya berawal dari membangun pendidikan.
Pendidikan yang seperti apakah yang bisa mewujudkan itu
semua?
Tentunya pendidikan yang tidak hanya mumpuni, namun pendidikan yang
berkualitas dalam segala hal. Baik dari segi manajemen, dalam segi pengajaran,
kurikulum, civitas akademika yang profesional serta berbagai macam komponen
lainnya yang bisa mendukung sistem pendidikan yang tertata yang mampu
menciptakan produk berupa anak didik yang tidak hanya pintar, namun juga cerdas
dan berakhlakul karimah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Di Indonesia salah satu sarana yang bisa mewujudkannya ialah
Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun. Pondok pesantren yang berdiri dengan adanya
sarana pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga tingkat S-1, bahkan tahun 2017
ini kampus Al-Zayutun yang bernama lengkap IAI AL AZIS akan membuka kelas S-2
dengan beberapa fakultas dan beberapa prodi/ program studi. Memang kampus yang
terletak di dalam Ma’had Al-Zaytun ini baru beberapa tahun berdiri tepatnya
semenjak tanggal 12-12-2012.
Hari demi hari kampus IAI AL-AZIS berbenah diri mulai dari
intern hingga skala ekstern. Pembenahan intern yakni dengan adanya perekrutan
dosen-dosen serta mahasiswa yang terlihat semakin nyata. Mahasiswa yang
mendaftar dari tiap angkatan semakin bertambah. Begitu pula perekrutan
dosen-dosen yang memiliki kapasitas di bidangnya, semakin bertambah. Bahkan beberapa
hari yang lalu sempat di lakukan peresmian pembangunan RKB atau Ruang Kelas
Baru yang terletak di lantai 5 kampus IAI AL-AZIS. Peresmian RKB di resmikan
oleh ketua Yayasan Pesantren Indonesia Ma’had Al-Zaytun yakni oleh bapak Imam
Prawoto.
RKB dibangun dari bantuan Pemprov Jabar yakni langsung dari
Gubernur Jabar bapak Ahmad Heryawan. Pemprov Jabar memberikan bantuan
pendidikan bagi pembangunan RKB sekaligus berkeinginan untuk bisa mewujudkan
RKB dalam waktu 4 bulan dengan 3 RKB, namun dalam pidato sambutannya pak Imam
Prawoto menyanggupi untuk bisa menyelesaikan RKB dengan 4 ruang kelas jadi
dalam waktu 3 bulan saja.Pembangunan RKB ini selain melibatkan para eksponen,
civitas akademika, karyawan juga melibatkan peran serta masyarakat sekitar kampus IAI AL-AZIS.
Ini di lakukan semata-mata dalam rangka membangun
kebersamaan dalam membangun pendidikan. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah, peranan swasta dan juga masyarakat juga sangat dibutuhkan
untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar